Akan datang suatu masa, Aku khawatir terhadap masa itu. Dimana keyakinan hanya tinggal di dalam pemikiran. Dimana keimanan tak berbekas dalam perbuatan. Banyak orang baik tapi tak berakal. Ada pula yang berakal tapi tak beriman. Ada yang lidahnya fasih tapi hatinya lalai. Ada pula yang khusu’ tapi sibuk menyendiri. Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis. Ada pula ahli maksiat tapi rendah hati. Ada yang bahagia tertawa tapi hatinya berkarat. Ada pula yang sedih menangis tapi kufur nikmat, Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat. Ada pula yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut. Ada yang berlisan bijak tapi tidak memberi teladan. Ada pula pelacur tapi menjadi figur. Ada yang memiliki ilmu tapi tidak paham. Ada pula yang paham tapi tidak menjalankan. Ada yang pintar tapi membodohi. Ada pula yang bodoh tapi tidak tahu diri. Ada yang beragama tapi tidak berakhlak. Ada pula yang berakhlak tapi tidak ber-TUHAN(Ali Bin Abi Thalib)

Translate

Sihir Jokowi Akankah Sampai 2014

 On Senin, 18 Maret 2013  

Oleh Rudi Purwanto
Nampaknya magis Jokowi tidak mampu menyihir seluruh rakyat Indonesia, artinya Jokowi sampai hari ini barulah tokoh yang sangat berpengaruh dalam kancah politik local. Dua pilgub yang membawa Jokowi sebagai jurkam relative belum mampu mengangkat dua calon yang di usung PDIP menjadi kampium pilgub sekalipun memang terdapat kenaikan yang cukup signifikan.

Jika siapa pun akan dan berniat mencalonkan Jokowi dalam pilpres 2014 maka partai tersebut harus benar-benar mampu mengangkat figure Jokowi menjadi figure Nasional dan itu artinya Jokowi harus pula di usung oleh partai politik yang besar  dan mempunyai mesin politik yang  mampu bekerja dengan baik seperti PDIP, Golkar dan PKS. Jika hanya di usung partai kecil Jokowi akan relative sulit untuk menang dalam pertarungan pilpres 2014. Namun sebenarnya Jokowi masih mempunyai waktu yang relative panjang untuk lebih membesarkan namanya melalui publikasi media yang terus menerus mengikuti kemana pun dia bergerak. Untuk hal ini harus sangat berhati-hati jangan sampai terjadi kejenuhan terhadap kemunculan Jokowi yang nyaris tiada henti di media, pada saat semua langkahnya benar dan baik dampak akan positif namun sekali membuat blunder karir politik Jokowi bisa tamat karena pengaruh media tersebut. Demikian juga hendaknya PDIP tidak selalu membawa-bawa kemana pun Jokowi menjadi Jurkamnya. Seharusnya hanya di daerah-daerah tertentu saja Jokowi di libatkan.Jangan karena merasa berjasa menaikkan Jokowi dan mumpung popularitasnya sangat tinggi lalu membawa-bawa kemanapun Jokowi untuk berkampanye.

Fenomena Jokowi kurang lebih sama dengan Prabowo yang di untungkan dengan pemberitaan media yang demikian massif, bedanya jika Jokowi mendapatkan publikasi itu dengan gratis dan Prabowo harus mengeluarkan dana sangat besar untuk membayar iklan di media cetak maupun televisi karena Prabowo pada saat ini bukanlah public figur yang semua sikap dan kata-katanya dapat menjadi sumber berita bagi awak media.Maka keunggulan Prabowo dewasa ini dalam sejumlah survey lebih di sebabkan belum munculnya figure baru dalam bursa capres 2014. Pada saat nanti muncul figure yang relative baru dan terlebih figure tersebut di gerakkan oleh mesin politik yang sangat kuat maka dengan cepat Prabowo akan tergerus dengan kehadiran calon baru tersebut. Terlebih sampai dengan hari ini di awal 2013  sangat terlihat bahwa mesin politik Gerindra belumlah kuat dan sangat rapuh, mesin politik gerindra belum mampu mengimbangi agresivitas Prabowo . Namun jika calon yang muncul tetap Mbak Mega, JK, Wiranto, Bakrie, kemungkinan sangat besar Prabowo memenangkan Pilpres 2014 sangat besar.

Pilpres 2014 sudah didepan mata, calon-calon baru masih sangat mungkin muncul dan menjadi pemenang. Semua partai telah melakukan beragam aktivitas politik yang di antara adalah keterlibatan dalam berbagai pilkada. Jokowi, Prabowo adalah beberapa figure yang bisa jadi akan memenangkan Pilpres 2014 namun perjalanan masih sangat panjang. Sangat banyak yang bisa terjadi, dan semua partai harus terus mengasah strategi brilian untuk mencapai hasil terbaik.
Sihir Jokowi Akankah Sampai 2014 4.5 5 Rudi Purwanto Senin, 18 Maret 2013 Oleh Rudi Purwanto Nampaknya magis Jokowi tidak mampu menyihir seluruh rakyat Indonesia, artinya Jokowi sampai hari ini barulah tokoh yang...


Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.